Hosting Unlimited Indonesia

What Happened to Monday / Seven Sisters

 What Happened to Monday / Seven Sisters

Ilustrasi: SND Films, Vendôme Pictures

Film yang berjudul What Happened to Monday atau dengan nama lain “Seven Sisters” ini menceritakan kehidupan 7 anak kembar identik, yang harus hidup dengan bersembunyi karena ada aturan yang mengharuskan hanya memiliki satu anak saja. Banyak tantangan yang harus dihadapi sampai akhirnya satu persatu dari mereka tewas secara mengenaskan dikarenakan saudaranya sendiri!

Film ini disutradarai oleh Tommy Wirkola, yang juga pernah menyutradarai film berjudul Hansel & Gretel: Witch Hunters.  Film ini bisa dianggap sebagai simbol bahwa perempuan tidak melulu lemah dan pasrah dengan keadaan, tetapi juga memperlihatkan bahwa perempuan juga bisa tangguh dan bisa melawan penindasan serta ketidakadilan yang dialami.

What Happened to Monday bisa dibilang sci-fi yang menceritakan permasalahan saat ini yakni kelebihan populasi manusia. Jumlah populasi manusia yang terus bertambah dan tidak terkontrol menimbulkan kekhawatiran akan sumber daya alam yang ada di muka bumi ini tak cukup untuk menghidupi seluruh manusia.

Pada tahun 2043 pemerintah membuat sebuah kebijakan bahwa setiap keluarga hanya boleh mempunyai satu anak dan berlaku kepada anak kembar. Mereka yang memiliki lebih dari satu anak, maka hanya akan diperbolehkan memelihara si anak sulung saja. Anak-anak lainnya yang disita oleh pemerintah akan dikarantina dan dimasukkan ke dalam cyrosleep (semacam kapsul tidur) dan akan dibangunkan saat kondisi dunia membaik.

Berbeda dari keluarga lain, di suatu rumah sakit seorang Kakek bernama Terrence Settman (diperankan oleh Willem Dafoe), ia sedih menghadapi kenyataan bahwa anaknya tewas saat melahirkan tujuh bayi kembar identik.

Menanggapi situasi tersebut Terrence berupaya membesarkan ketujuh bayi secara diam-diam tanpa sepengetahuan pemerintah dan memberikan ketujuh bayi nama layaknya hari dalam 1 minggu, yaitu Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday, dan Sunday yang semuanya diperankan oleh Noomi Rapace.

Terrence mengasuh ketujuh anak yang memiliki sifat yang berbeda-beda, Monday merupakan karakter yang serius, Sunday pribadi yang senang pesta, Friday adalah perempuan yang pendiam dan Wednesday adalah seorang wanita yang tidak mengenal takut dan berani melakukan apa saja.

Selang 30 tahun atau tepatnya 2073 mereka beranjak dewasa tanpa diketahui pemerintah dan dapat menjalani hidup keseharian dengan cara membagi kehidupan sesuai hari mereka. Monday akan beraktivitas pada hari Senin, Tuesday akan beraktivitas pada hari Selasa, dan saudara-saudara lain sesuai hari mereka dengan menggunakan satu identitas Karen Settman, seperti nama ibu mereka.

Setelah mereka beraktivitas di luar rumah, setiap anak akan membagikan pengalaman kesehariannya ke saudara yang lain agar mereka tidak kagok dan melanjutkan kehidupan seperti hari sebelumnya. Hingga pada suatu ketika, saudara mereka Monday hilang bak ditelan bumi yang membuat keenam saudaranya cemas dan khawatir mereka diketahui oleh pemerintah.

Mereka mengirim Tuesday untuk menyelidiki segala petunjuk keberadaan Monday. Sialnya ia ditangkap oleh agen pemerintah dan salah satu matanya diambil untuk mendapat akses kunci retina ke rumah saudaranya yang lain, dari sinilah satu persatu dari mereka diincar dan tewas mengenaskan, hingga akhirnya salah satu dari mereka dapat melarikan diri.

Pada akhir film ditampakkan plot twist yang sangat mengagetkan dan di luar nalar, bahwa biang keladi terbongkarnya kedok mereka ternyata Monday, saudaranya sendiri yang menginginkan kehidupan seperti halnya orang normal, tidak perlu menunggu 6 hari untuk keluar rumah.

Serta Cyrosleep yang dikatakan sebagai tempat tidur bagi anak-anak yang dikarantina ternyata adalah alat sejenis krematorium yang membakar tubuh hingga jadi debu.

Pokoknya akhir filmnya sangat mendebarkan, kalian harus menonton film yang berdurasi 2 jam lebih ini.

Namun ada hal yang perlu diperhatikan, bahwa  film What Happened to Monday ini condong kepada sci-fi action. Terdapat beberapa adegan kekerasan dan adegan dewasa, sehingga disarankan berumur 17 tahun ke atas bagi siapa yang menontonnya.

Bagi kalian yang ingin menonton film ini, dapat streaming melalui kanal Netflix.

Hosting Unlimited Indonesia